Powered By Blogger

Mengenai Saya

Foto saya
palangkaraya, kalteng, Indonesia
biasa-biasa aja!.... mau tau lebih tentang aq.... friendster

facebook

Profil Facebook Bayu Catur Prasetya
Jumat, 29 Mei 2009

Apa itu Pemanasan Global

"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?

Penyebab Pemanasan Global

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Sabtu, 23 Mei 2009

Trik SMS-an di Komputer

Selama handphone kita terhubung ke komputer dengan Nokia PC Suite, kita bisa mengirim, menulis dan menyimpan SMS di komputer. Dengan cara ini, ber-sms menjadi lebih nyaman karena kita membaca pesan di layar yang lebih besar dan menuliskan pesan dengan keyboard komputer.

Mengirimkan SMS di Komputer
1. Sambungkan handphone ke komputer, dan jalankan Nokia PC suite.
2. Klik ikon Message
3. Klik tombol Create a new message
4. Tentukan nama penerima SMS. Jika nama penerima sudah ada di dalam daftar contact, maka dengan mengetikan namanya saja maka Nokia PC Suite akan menyodorkan nama yang mungkin cocok . Jika nama kontak belum terdaftar di dalam ponsel maka anda harus menuliskan nomor ponselnya.
5. Tulislah pesan kita di ruang yang tersedia, lalu klik tombol send message. SMS pun akan terkirim.

Membaca dan Mencetak SMS Lewat Komputer
Perhatikan sisi kiri bawah Nokia PC Suite, di sana tertulis daftar SMS yang masuk, dan akan di-update secara otomatis. Jika ada SMS baru yang masuk. Hal itu akan memudahkan kita untuk membaca SMS. Ketika membacanya, klik saja SMS yang akan kita baca. Bahkan kita bisa mencetak SMS tersebut hanya dengan mengklik tombol print.


JAKARTA - Keinginan HTC untuk menghadirkan ponsel cerdas berbasis Android pada akhir Juni ini, juga disertai dengan sistem penjualan secara bundling oleh salah satu operator.

Menurut Agus Sugiharto Country Manager PT High Tech Computer Indonesia, ini disebabkan penetrasi internet yang dipunyai oleh Android luar biasa mumpuni, yang tentunya membutuhkan komunikasi data yang besar.

"Sistem bundling dengan operator ini bertujuan agar pelanggan bisa memanage biaya yang diinginkan, jadi pengeluaran tidak meledak," kata Agus, usai peluncuran HTC Diamond2, di JW Marriot, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Menurut Agus, saat ini pihaknya telah melakukan pemaparan terhadap beberapa operator besar tanah air. Sebab, Android ini tergolong sistem operasi yang baru di Tanah air. Jadi perlu pendekatan yang intens.

"Tidak seperti BB, HTC sengaja menggunakan sistem bundling, karena hanya operator yang mau membeli secara langsung gadgetnya," tegasnya.

Kendati demikian, Agus enggan memberikan secara gamblang operator mana yang akan menjadi partnet HTC dalam memasarkan Android. Tapi Agus mengindikasikan, operator terbesar akan digandeng. Bahkan ia juga menyebutkan, kalau launching perdana HTC Android pertama di Indonesia akan melenggang pada pekan ketiga atau keempat bulan Juni. (srn)
 
Template Design By:
SkinCorner